Kamis, 18 Februari 2016

Climbing



CLIMBING


Sejarah FPTI :


21 April 1988 menciptakan pemanjat indonesia yang mampu berprestasi baik di tingkat nasional / internasional.



Kategori tebing berdasarkan bentuknya :


Face = Permukaan datar.
Hang = Miring.
Roof = Relief.
Top = Puncak tebing.


Pelaku :


Climber
Belayer = Mengamankan pemanjat.
Motto :
Otak = Membutuhkan ketrampilan khusus dalam penguasaan teknik-teknik pemanjatan dan peralatan.
Otot = Membutuhkan kekuatan khusus.
Keberuntungan


Aba-aba :


On Belay = Diucapkan pemanjat bahwa dia telah melakukan pemanjatan.
Belay On = Diucapkan belayer bahwadia telah siap melakukan pemanjatan.
Pull = Diucapkan pemanjat kepada belayer untuk mengencangkan tali.
Slag = Diucapkan climber kepada belayer untuk mengendurkan tali.


Teknik Pemanjatan :


Free Climbing = Ketrampilan tangan dengan 2 kaki.
Bouldering = dilakukan pada tebing- tebing pendek secara rutin.
Soloing = tanpa menggunakan peralatan.
Aid Climbing = Menggunakan peralatan untuk menambah ketinggian.


Alat-alat :


Tali Carmantle
Static ( Daya lentur 6% - 9% )
Dynamic ( Daya lentur Hingga 25% )
Harnest = Pengikat tubuh sebagai pengaman.
Carabiner ( Cincin kait )
Screw
Double Screw
Snap
Helmet
Webbing = Pipih tidak terlalu kaku dan lentur sebagai pengganti harnest ( manual )
Sepatu Panjat.
Magnesium = Agar tangan tak licin saat berkeringat.
Figur of eight = Meniti tali kebawah.
Grigi = Alat untuk membelay seperti figur of eight.
Chalk bag = Sebagai tempat magnesium.
Ascender = Untuk meniti tali keatas sefl belayer.
Hammer = Menanamkan pengaman kemudian melepaskan kembali.
Handrill = Megebor tebing.


Simpul Pemanjatan :


Delapan ganda
Delapan tunggal
Pangkal
Kambing
Pita


Bagian tebing :


Poin
Rekahan
Rock = Terjatuh ke dasar tebing
Roof = Berbentuk kursi terbalik

GALLERY :  




 SIRKUIT Panjat Tebing FPTI Kota Kediri Lead SMA Putra 2015

Rabu, 17 Februari 2016

Gunung Merbabu


Jalur Selo

            Yosh kali ini, kita akan membahas tentang gunung yang bersebelahan dengan Gn. Merapi ini dan kebetulan pada tanggal 29 Desember 2015 - 01 Januari 2016 saya bersama rekan saya Ahmad Khoirur Roziq berhasil menaklukan jalur ini dan mencapai Puncak.
             Jalur Selo adalah jalur favorit para pendaki dalam pendakian gunung Merbabu. Jalur Selo memiliki tingkat kesulitan yang medium dan cocok sekali untuk pendaki pemula. Pada jalur Selo ini pula pendaki akan mendapati pemandangan yang luar biasa seperti hutan, sabana rumput, bukit, kabut dan lain-lainnya.
            Selo adalah nama sebuah desa di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa Selo ini merupakan desa yang terletak di antara gunung Merbabu dan gunung Merapi. Sehingga desa ini bisa dibilang sebagai start-nya pendakian untuk gunung Merbabu dan juga gunung Merapi. Kita bisa menuju ke desa Selo lewat Magelang ataupun Boyolali.


INFORMASI GUNUNG MERBABU







Ketinggian: 3.142 m (10.630 kaki)
Lokasi: Magelang (barat), Semarang (utara), Boyolali (timur) , Salatiga (Selatan), Jawa Tengah
Letusan terakhir: 1560 dan 1797
Pengelola: Taman Nasional Gunung Merbabu
Alamat: Jl. Merbabu no.136 Boyolali, Jawa Tengah – Indonesia
Phone : +62 276 3293341
Website: http://merbabunationalpark.org
email : info[at]merbabunationalpark.org
Spot alam: Hutan, Sabana, Bukit,
Sumber air: Ada di jalur Wekas (Pos 2)
Flora: Pinus merkusii, Puspa, Akasia, Soro, Cemara gunung, Edelweis jawa
Fauna: elang jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, dan lain-lain.
Hutan: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

   START :

   Pendakian :
       1.       Tiket : 2 Hari = 15rb
       2.       Waktu Pendakian :
                  Naik 4 jam 20 Menit dari basecamp ke sabana 2  =>  Ke puncak 1 jam
Total 5 jam 20 Menit.
             Turun Setengah jam dari puncak ke sabana 2  =>  basecamp  2 jam
Total 2 jam 30 Menit.
            *Tempat Camp : Pos 2, Pos 3, Sabana 1 dan Sabana 2
          Puncak: puncak Syarif 3.119 mdpl, Puncak Kenteng Songo/Tianggulasi 3.142 mdpl. Puncak lain: Watugubuk, Watutulis, Gegersapi, Ondorante
Kawah: Candradimuko, kombang, rebab, Kendang, Sambernyowo
View gunung lain dari puncak: Gn. Merapi, Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Ungaran,   Lawu  
   Total Pengeluaran Transport + Simaksi :

Pergi     : Rp58.000
Simaksi :Rp15.000
Pulang  : Rp53.000

   Total     : Rp126.000

      DIBALIK LAYAR :

                                             Kekonyolan yang terjadi saat kesepian :



      REFERENSI :

     http://infopendaki.com/jalur-selo-pendakian-merbabu/

Senin, 15 Februari 2016

Survival & PPGD



SURVIVAL

Bivak :
Alami Buatan = Kayu, daun dll.
Alami = Gua
Buatan = Jas hujan

Kondisi Medan :
Tempat harus datar, rata, enak buat tidur.
Bukan merupakan jalan manusia, hewan dan air.
Jangan mendirikan tenda dibawah pohon yang sudah tua.
Dekat dengan sumber air.
Aman dari ancaman hewan, banjir, longsor.
Tidak tergenang air.
Dekat antara 2 pohon / tiang.
Harus tertutup agar tidak masuk angin.

S = Sabar dalam kondisi gawat darurat.
U = Usahakan tetap tenang dan tabah.
R = Rasa takut dan putus asa dihilangkan.
V = Vitalitas ditingkatkan.
I  = Ingin hidup dan selamat itu tujuan.
V = Variasi alam dapat ditingkatkan.
A = Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya.
L = Lancar, Sluman Slumun Slamet.

Makanan yang bisa dimakan :
Warna tidak mencolok, Tidak bergetah, Sering dijumpai, Sering dimakan hewan, Jangan makan buah, warna ungu, Jangan makan jamur, Bila memakan buah yang belum dikenal dirasakan dulu di kulit.

Cara membuat api :
Kompor ( Api )
Korek
Flin dan Stir = Membenturkan Batu Apung
Menggosok kayu, jika basah dipotong.
Lup = Matahari.

Cara mendapatkan air :
Air hujan, air Sungai, air Embun, air pada kaktus yang dibelah, air dari akar pohon, air dari lumut yang diperas, air dari pucuk daun muda.
Barang pokok SURVIVAL :
Pisau lipat, baju yang tertutup, korek api.

Jika Tersesat :
S = Stop and Seating ( Berhenti dan duduklah )
T = Thingking ( Berpikirlah )
O = Observe ( Amati keadaan sekitar )
P = Planning ( Buat rencana mengenai apa yang akan dilakukan )

Keluar saat tersesat :
mengikuti aliran sungai, membuat api, mengikuti jalan setapak.

Cara Membuat Kompor Lapangan :
Kaleng dipotong 5cm.
Bagian atas dipotong sedikit.
Tutup ( bagian atas ) dilubangi, bagian tengah dilubangi agak besar.
Kaleng diberi spirtus.

Menempatkan KORLAP :
Ditempatkan disuatu lubang tengah ( digali ), menggunakan batu, ditumpuk setinggi kaleng lebih sedikit.
*Biasanya menggunakan 3-4 KORLAP 

Etika Pendakian :
Dilarang mengambil kecuali gambar.
Dilarang meninggalkan kecuali jejak.
Dilarang membunuh kecuali waktu.


PPGD

Pertolongan pertama pada penderita saat luka / cedera yang membutuhkan pertolongan medis

PRINSIP :
P = Penolong amankan diri.
A = Amankan korban.
T = Tandai tempat kejadian.
U = Usahakan menghubungi pihak berwajib.
T = Tertib.
Sebab Luka
Sobek ( Nglentek ), Robek ( ada kedalaman ), tertusuk, sayat, bakar, amputasi.

Ciri-ciri :
Sayat = Pisau
Memar = terkena benda tumpul, darah tidak keluar.
Dislokasi = Cerai sendi.